Amazing Fay

Catatan Harian Fairuz Khairunnisa'

Thursday, April 14, 2011

Nggak Enak Badan

Selasa pulang dari Vila Insani, Rabunya Fay kembali masuk sekolah. Sekolah cuma sampai jam 10 pagi, karena tak ada pelajaran, melainkan pengarahan soal persiapan masa puber (untuk kelas 4 - 6) dalam rangka Pekan Kesehatan.

Sejak dibangunkan subuh, Fay tampak lesu dan sedikit hangat. Tapi Fay tetap berangkat sekolah. Sepanjang jalan, kepala Fay bersandar ke bahu Ayah yang mengendarai motor.

Trampolin

Setibanya di sekolah, Bu Diana --guru pendamping Fay-- laporan kalau Fay tidur di ruang RTC. Menurutnya, Fay tampak lesu, ngantuk, dan hangat. Dia langsung tidur melingkar di atas trampolin, yang terdapat di salah satu ruangan RTC.

Sampai Ayah menjemputnya jam 10, Fay tampak masih tertidur. Karena rencananya baru akan diberi obat di rumah (biar bisa langsung tidur), Fay terpaksa dibangunkan. Setelah disuruh B.A.K. dan cuci muka, Fay pun dibawa pulang.

Setibanya di rumah, Fay hanya mau meminum jus stroberi yang dibuat Ibu. Dia tak mau makan siang. Ya sudah, setelah minum jus stroberi, Fay pun diberi obat penurun panas, lalu tidur.

Fay di Vila Insani





Hari Senin sampai Selasa (11-12 April 2011), Fay dan teman-temannya di kelas 6 (Al Hadid dan Al Fajr) mengikuti kegiatan sekolahnya berupa "pelatihan motivasi". Pelatihan sekaligus refreshing itu dilakukan di Vila Insani --vila milik penerbit GIP-- di Cisarua, Kabupaten Bogor.

Di vila yang berlokasi di belakang Pasar Cisarua itu dengan medan tanjakan terjal itu, Fay dan teman-temannya mendapat pelatihan motivasi untuk menjadi lebih maju, sebagai siswa kelas 6 yang sebentar lagi duduk di bangku SMP.

Fay, menurut laporan Bu Diana --dan kami saksikan sendiri waktu menengok ke sana-- sangat senang berada di vila yang disewakan untuk umum itu. Terutama senang pada permainan kesukaannya: ayunan! :D

Selain itu, ada satu lagi fasilitas yang Fay sukai; kolam renang. Apalagi Fay sudah lama tidak diajak berenang. Bu Diana sendiri bilang, kalau Fay susah diajak naik dari kolam renang, saat teman-temannya sudah naik ke darat.

Fay, yang naik bus berukuran sedang, begitu menikmati perjalanannya. Waktu pergi dan pulangnya. Sewaktu di perjalanan pulang, Fay dibelikan stoberi oleh Bu Diana sebagai oleh-oleh.

Jadi Fay, kamu mau lagi ke sana? ;)

Foto-foto: tianarief, dan villainsani.com (ayunan dan kolam renang).

Tuesday, April 05, 2011

Gambar Fay

Gambar-gambar efek sinar. Fay mengerjakannya dengan program Paint Brush, yang diuliknya sendiri;

Matahari bersinar di antara dedaunan


Lima lampu

Ini hanyalah penafsiranku. Gambar apa sebenarnya, hanya Fay sendiri yang tahu. :)

Tuesday, March 29, 2011

Dilatih Motong Rambut

Sampai sekarang, Fay kami hindarkan dari benda-benda pemotong (gunting, pisau, cutter, silet, dll). Pasalnya, Fay senang sekali memotong rambutnya sendiri. Entah kenapa. Fay sepertinya terobsesi tidak memiliki rambut sama sekali alias gundul.

Tanpa alat pemotong pun, Fay sering mencoba mencabut rambutnya; dengan tangan kosong maupun dengan sisir. Tampaknya dia senang sekali melihat rambut yang baru terpotong. *Apa mungkin ini penyebabnya?*

Nah, di RTC (Ruhama Treatment Center), salah satu bagian dari sekolah Fay yang dikhususkan untuk shelter bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), Fay justru diajari menggunting rambut.

Yang menjadi "korbannya" guru pendamping (shadow teacher) laki-laki, yang secara sukarela mau digunting rambutnya. Kata Bu Diana (guru pendamping Fay), memang dia berniat memotong rambutnya yang sudah panjang.

Tentu saja, jalannya pemotongan rambut diawasi betul, agar tidak salah potong. Lihat di foto, bagaimana Pak Guru "mengamankan" telinganya sendiri, biar tidak kenapa-kenapa.

Mau jadi hair stylish, Fay? :P

Kami kira itu terlalu berbahaya, karena Fay belum terlalu memahami bahaya dan sebab-akibat. Berbahaya itu bagi orang yang digunting rambutnya, tentu saja. :)

Foto-foto: Bu Rahmi

Thursday, March 17, 2011

Kue Ultah Fay

Beberapa hari terakhir ini, setiap pulang sekolah, Fay asik di depan laptop. Rupanya dia tengah menggambar sesuatu, menggunakan program Paint Brush. Setelah aku perhatikan, ternyata gambar kue ulang tahun.

Memang, Fay baru saja berulang tahun (tapi tidak dirayakan). Rupanya, dia ingin "merayakan" dengan caranya sendiri; membuat gambar kue ulang tahun tiga tingkat yang meriah, dengan berbagai ornamen, plus lilin-lilin yang menyala.

Hasilnya seperti ini:

Kecil


Besar

Dari mana atau dari siapa Fay belajar cara menggambar seperti ini? Tidak dari siapa pun. Dia menguliknya sendiri.

Thursday, March 03, 2011

Panggilan dari Kebon Maen



Kemarin hapeku berdering. Dari seberang sana mengabarkan, kalau Fay dipanggil untuk diobservasi, untuk proses masuk ke SMP Kebon Maen. Observasi oleh seorang psikolog itu, merupakan syarat untuk masuk ke sekolah komunitas yang terdiri dari TK, SD, dan SMP itu.

Akhir tahun lalu, kami memang mendaftarkan Fay agar bisa bersekolah di SMP Kebon Maen. Meski tahun ajarannya baru di pertengahan 2011, kami sengaja "inden" agar Fay mendapatkan tempat.

Mudah-mudahan saja, Fay --satu-satunya anak ABK (special needs)-- di angkatannya, bisa masuk ke Kebon Maen, dan senang bersekolah di sana.

Sesuai namanya, Sekolah Komunitas Kebon Maen, yang berlokasi di Perumahan Griya Telaga Asri, Jalan Raya Bogor KM 41, Kabupaten Bogor (di dekat perbatasan Kota Depok) itu, merupakan sekolah kebun dengan kelas terbuka; di bawah pohon rindang, dan juga di seputar perumahan.

Aku amati, kegiatan belajar mengajar lebih banyak dilakukan di luar ruangan (outdoor). Saat menerima pelajaran, anak-anak tampak ceria, karena guru menyampaikannya tidak secara formal (mis. guru mengajar, sedangkan murid mendengarkan sambil duduk tegak --sebagaimana sekolah biasa), melainkan sambil bermain.

Menurut blog Sekolah Komunitas Kebon Maen, sekolah komunitas ini merupakan "Sebuah sekolah dengan menonjolkan hubungan antara anggota komunitas (guru, orangtua, yayasan dan pengelola) untuk berjalan dengan kadar yang dimilikinya idealis dan realistis."

Foto: gedung kayu, kantor Sekolah Kebon Maen [Facebook Kebon Maen]

Wednesday, March 02, 2011

Fay dan Ibu, 26 Feb 11

Tepat di usia 13 tahun, Fay, Ibu, dan Ayah bersiap-siap ke SDIT Ruhama. Bukan untuk merayakan ulang tahun di sekolah Fay itu, melainkan untuk menghadiri pertemuan tiga bulanan para orangtua ABK (anak berkebutuhan khusus).
Cerita tentang isi pertemuan bisa dibaca di sini.



Labels: ,

Wednesday, February 02, 2011

Ayah Mengajar di Kelas Fay

Mengajar kelas 6 Ruhama, bertempat di Perpustakaan [Foto: Irwansyah]


Bu Wiwid, guru IPS di sekolah Fay (SDIT Ruhama) meminta Ayah mengisi jam pelajaran IPS di kelasnya: 6 Al Hadid dan Al Fajr. Murid kedua kelas itu digabung, dalam jam pelajaran yang dilakukan di perpustakaan, selama satu jam.

Bukan mengajar secara permanen sih, tapi mengisi materi tentang globalisasi. Ayah sama Bu Wiwid diperkenalkan sebagai seorang pakar (cie..., pakar ni ye! :P). Mungkin Bu Wiwid sebelumnya tahu kalau Ayah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi dari sebuah universitas ternama di Bandung, dan sekarang bekerja sebagai wartawan.

Tadinya Ayah ragu karena tidak pede mengajar, tapi Ibu menyemangati, "Bagus kan buat pengalaman. Toh mengajar anak-anak SD," kata ibu. Oya, lebih dari setahun lalu Ayah pernah memberikan pelatihan jurnalistik untuk anak-anak sebuah SMP berasrama di Cicurug, Sukabumi. Memberi pelatihan, sama dengan mengajar kan? ;)

Akhirnya terlaksanalah kegiatan belajar-mengajar itu, pada Senin, 31 Januari 2011. "Sukses," kata Ayah, lewat SMS ke Ibu.

Dalam laporannya di Buku Laporan Harian, Bu Diana (shadow teacher alias guru bantunya Fay) menulis, "Pelajaran IPS mendengarkan materi tentang Dampak Globalisasi dari ayahnya Fay. Teman-teman Fay (Arine, Intan, Della, dan Tasya) bertanya kepada Fay: 'Fay, siapa yang ada di depan sedang mengajar?' 'Ayah!'" jawab Fay sambil tertawa.

Pelajaran diakhiri dengan game pesan berantai dan pesan lewat telepon dari benang, yang dilakukan di lapangan sekolah. Biarpun Fay belum bisa, tapi katanya, Fay sangat senang. Habis, seru sih! :D

Labels: ,