Sabun Mandi Fay
Fay
kalau mandi bukan saja lama, tapi juga membuat sabun mandinya mudah
habis. Bagaimana tidak, sabun mandi itu bukan digunakan seperti biasa
--diusap dengan spons mandi dan dibalurkan ke badan-- melainkan sabun
itu dia korek-korek dengan kukunya, dibejek-bejek dengan tangannya.
Alhasil, dalam hitungan hari, satu batang sabun habis dipakainya
sendiri.
Pernah aku coba menggantinya dengan sabun cair. Waduh, malah tambah boros. Sabun cair pouch
yang harganya Rp 11.000-an itu, paling lama 5 hari udah habis. Makenya
ngak kira-kira. Dia tak ragu menuangkannya banyak-banyak.
Aku
ingat, dulu sewaktu masih kuliah, aku suka beli sabun merk 4711. Tapi
bukan yang ukuran biasa, melainkan yang dikemas kecil-kecil. Aku suka
karena kalau bepergian sangat praktis. Ukurannya tak terlalu besar.
Ukuran itu mungkin tadinya dibuat untuk hotel. Kupikir, mungkin
seharusnya Fay pake sabun yang kecil-kecil gitu biar mandi sekali pake
sabunnya. Jadinya tidak boros.
Nah,
aku ada akal. Daripada susah-susah nyari sabun 4711 ukuran kecil, yang
mungkin sekarang sudah tak diproduksi lagi, aku potong-potong saja sabun
mandi batangan menjadi potongan kecil-kecil. Cukup untuk keperluan Fay
sekali mandi. 



