Amazing Fay

Catatan Harian Fairuz Khairunnisa'

Wednesday, August 15, 2012

Bekal Makan Siang Fay


May 25, '12 7:34 AM

ddd
dThumbnaild
ddd
Sejak bersekolah di SD Ruhama, jam sekolah Fay berakhir lewat tengah hari. Jadi makan siang harus dilakukan di Sekolah.

Di sana, murid-murid boleh memilih untuk ikut katering di sekolah atau membawa makan siang sendiri (biasanya dilakukan oleh mereka yang rumahnya dekat sekolah, dan bekal diantarkan menjelang makan siang).

Karena Fay rumahnya jauh dari sekolah, kami memutuskan untuk ikut katering di sekolah. Selain praktis, juga melatih Fay merasakan menu di luar yang biasa dimasak ibunya.

Setelah bersekolah di SMP BizSmart, sekolah ini juga menyediakan katering. Tapi karena suatu alasan, di tengah semester katering dihentikan.

Jadi anak-anak dipersilakan mengupayakan makan siangnya sendiri. Kami memutuskan untuk memberikan makanan bekal dari rumah, seperti dilakukan ayahnya Fay sejak lama, saat makan siang di kantornya.

*Sebenarnya kalau buat ayahnya Fay, aku tak selalu memberikan bekal makan siang, tergantung adanya persediaan makanan. Tapi kalau buat Fay, terpaksa harus rutin deh, karena dia akan sangat sulit kalau disuruh makan siang sendiri ke warung. :P

Nah, karena Fay harus bawa bekal makan siang, berarti harus beli lagi tempat bekal makan siang yang sedikit bagus, biar Fay maupun ayahnya, masing-masing punya tempat makan siang (lunch box) sendiri-sendiri.

Lagipula tempat makan milik ayahnya sudah sompal di salah satu sudutnya, alias sudah tak layak pakai. :P

Maka kami putuskan membeli tempat bekal makan siang yang bagus dan warnanya lucu. Maksudnya, biar menunya sederhana, tapi akan kelihan menarik, yang membuat makan jadi lahap. Mudah-mudahan...

Baru saja beberapa kali Fay dibawakan makan siang ke sekolah menggunakan Tupperware warna ungu-biru muda, ternyata shadow teachernya (guru pendampingnya) harus cuti melahirkan. Artinya, Fay tidak bisa pergi ke sekolah sepanjang belum menemukan pendamping pengganti. Padahal kami belum punya penggantinya.

Terpaksa deh Fay "cuti" dulu di rumah. Hiks... hiks...

Jadi, daripada nganggur, tempat bekal untuk Fay itu untuk sementara dipakai ayahnya ke kantor. :))

Alhamdulillah, akhirnya ada juga calon shadow teacher yang mengontak. Kemarin, dia datang ke rumah untuk menjajaki kerja sama sebagai guru pendamping Fay.

Mudah-mudahan, Fay bisa sekolah lagi, cocok dengan guru pendamping barunya, dan bisa kembali memakai tempat bekal makanan ungunya dengan gembira. :)

Labels: , , ,

Saum Ramadan Fay Tahun Ini



Sep 14, '10 4:49 AM

Sejak Fay bersekolah di SDIT Ruhama, setiap bulan Ramadan pihak sekolah mengondisikan agar setiap siswa belajar saum (puasa) di bulan Ramadan. Minimal meminta anak-anak kelas bawah (kelas 1-kelas 3) tidak membawa bekal makanan, cemilan, dan minuman ke sekolah. Jadi,setelah pulang sekolah anak-anak bisa memilih, apakah akan meneruskan shaum sampai magrib atau asar, atau langsung berbuka setiba di rumah.

Fay, setibanya di rumah (di bulan Ramadan biasanya sekolah selesai lebih cepat dari jadwal normal), sengaja tidak aku tawari makan dan minum. Makan-minum baru akan diberikan ketika Fay memintanya.

Dari kelas 1 sampai kelas 3, justru Fay beberapa kali saum sampai magrib atau asar. Tapi di kelas 4-kelas 5, Fay tak sekali pun saum sampai magrib atau asar. Begitu sampai rumah, Fay selalu tak tahan haus dan lapar. Fay menolak keras melakukan saum.

Tapi tahun ini, alhamdulillah, Fay boleh dibilang "tamat" saumnya, meski diselingi "insiden-insiden" kecil. Semisal, nyomot risoles yang tergeletak di kursi --entah milik siapa-- di parkiran sekolah. Atau tiba-tiba minum air dari keran.

Ya! Fay memang sama sekali belum mengerti esensi saum wajib sebagai bagian dari Rukun Islam, meski secara fisik dia sudah akil balig. Mungkin dalam pikirannya, ortunya  hanya ingin menyiksanya dengan membiarkannya haus dan lapar.

Tapi kami tetap bersikukuh untuk melatih Fay melakukan saum, meski mungkin dia bukan masuk golongan orang yang diwajibkan melakukan saum Ramadan, karena ketidakpahamannya.

Kami lakukan ini demi Fay juga, agar dia bisa menahan diri di depan publik di bulan Ramadan. Biar dia tidak jadi sasaran olok-olok temannya, karena tidak saum di bulan Ramadan. Mudah-mudahan yang kami lakukan ini benar. Wallahualam.

Labels: , , , , , ,