Amazing Fay

Catatan Harian Fairuz Khairunnisa'

Wednesday, August 15, 2012

Fay dan Turis Bule


Sep 24, '10 9:50 AM
 
Di sekolah Fay, SDIT Ruhama, setiap semester ada program EFT (Educational Field Trip), semacam karyawisata yang diprogramkan dua kali dalam satu semester. Fay dkk pernah pergi ke ke Taman Mini Indonesia Indah (23 Maret 2010), dan ke Ciliwung Depok, serta Monas (27 April 2010).

Ini program khusus sekolah, jadi orangtua tidak ikut. Seperti biasa, Fay didampingi guru bantu (shadow teacher)-nya, Bu Diana. Jadi Ibu tau ceritanya, ya dari laporan Bu Diana. :D

Ceritanya dimulai dari sungai Ciliwung. Tak ada yang istimewa di sih di sini. Cuma, katanya, anak-anak meninjau sungai yang super duper kotor. Itu mungkin karena anak-anak harus melewati akses menuju sungai berupa jalan penuh lumpur. :P

Dari Ciliwung, perjalanan dilanjutkan ke Monas. Di Monas, biasa lah anak-anak melihat-lihat diorama. Fay seperti biasanya selalu takjub kalau melihat orang menggunakan HP dan suka "menyerbu" untuk sekadar melihat, bukan merebutnya. Tapi tentu saja, pemilik HP kaget dan merasa terganggu diintipin. Jadi terpaksa Bu Diana menarik kembali Fay.

Nah, sewaktu di Monas, tiba-tiba Fay lari mendekati seorang turis. Bu Diana segera mengejar Fay. Karena si turis wanita itu tidak sedang memegang HP, Bu Diana diam saja. Tanpa disangka, Fay menyodorkan sepotong roti bagian dari sekolah, kepada turis itu.

Jelas saja si bule terbengong-bengong. Tapi sesaat kemudian, teman laki-lakinya, seorang Indonesia mengatakan sesuatu kepadanya. Akhirnya Mbak Turis itu menerima roti yang disodorkan Fay, seraya mengucapkan terima kasih dalam Bahasa Indonesia. Ketika si mbak turis itu melihat Fay di puncak Monas, dia tersenyum pada Fay. Tapi Fay cuek saja. Hehehe

Kemudian perjalanan diteruskan ke Masjid Istiqlal untuk istihoma (istirahat, sholat dzuhur, dan makan siang. Rupanya, di salah satu sudut masjid ada area bermain anak-anak, terdiri dari ayunan dan jungkat-jungkit. Ternyata, fasilitas itu khusus untuk anak-anak berusia maksimal 7 tahun, atau anak-anak seumuran TK.

Fay, yang sampai usia 12 ini masih tergila-gila pada ayunan, menarik-narik Bu Diana biar bisa turut bermain di area permainan itu. Tentu saja Bu Diana melarangnya. "Coba Fay baca, itu untuk anak umur berapa Fay?" tanya Bu Diana. "Tujuh Tahun," jawab Fay.

"Fay sekarang umurnya berapa," tanya Bu Diana lagi. "Tujuh tahun," jawabnya, seraya cengar-cengir. "Fay sudah kelas berapa sekarang?" tanya Bu Diana lagi. "TK," jawab Fay --sebagai pembenaran. Tapi ketika pertanyaan itu diulang Bu Diana setelah naik mobil, jawaban Fay beda. "Kelas lima," katanya. Wkwkwkwk.... haaayyyaaahhhh.... Fay.... sudah bisa ngakal. :P

Labels: , , , , , ,

Saum Ramadan Fay Tahun Ini



Sep 14, '10 4:49 AM

Sejak Fay bersekolah di SDIT Ruhama, setiap bulan Ramadan pihak sekolah mengondisikan agar setiap siswa belajar saum (puasa) di bulan Ramadan. Minimal meminta anak-anak kelas bawah (kelas 1-kelas 3) tidak membawa bekal makanan, cemilan, dan minuman ke sekolah. Jadi,setelah pulang sekolah anak-anak bisa memilih, apakah akan meneruskan shaum sampai magrib atau asar, atau langsung berbuka setiba di rumah.

Fay, setibanya di rumah (di bulan Ramadan biasanya sekolah selesai lebih cepat dari jadwal normal), sengaja tidak aku tawari makan dan minum. Makan-minum baru akan diberikan ketika Fay memintanya.

Dari kelas 1 sampai kelas 3, justru Fay beberapa kali saum sampai magrib atau asar. Tapi di kelas 4-kelas 5, Fay tak sekali pun saum sampai magrib atau asar. Begitu sampai rumah, Fay selalu tak tahan haus dan lapar. Fay menolak keras melakukan saum.

Tapi tahun ini, alhamdulillah, Fay boleh dibilang "tamat" saumnya, meski diselingi "insiden-insiden" kecil. Semisal, nyomot risoles yang tergeletak di kursi --entah milik siapa-- di parkiran sekolah. Atau tiba-tiba minum air dari keran.

Ya! Fay memang sama sekali belum mengerti esensi saum wajib sebagai bagian dari Rukun Islam, meski secara fisik dia sudah akil balig. Mungkin dalam pikirannya, ortunya  hanya ingin menyiksanya dengan membiarkannya haus dan lapar.

Tapi kami tetap bersikukuh untuk melatih Fay melakukan saum, meski mungkin dia bukan masuk golongan orang yang diwajibkan melakukan saum Ramadan, karena ketidakpahamannya.

Kami lakukan ini demi Fay juga, agar dia bisa menahan diri di depan publik di bulan Ramadan. Biar dia tidak jadi sasaran olok-olok temannya, karena tidak saum di bulan Ramadan. Mudah-mudahan yang kami lakukan ini benar. Wallahualam.

Labels: , , , , , ,

Wednesday, February 02, 2011

Ayah Mengajar di Kelas Fay

Mengajar kelas 6 Ruhama, bertempat di Perpustakaan [Foto: Irwansyah]


Bu Wiwid, guru IPS di sekolah Fay (SDIT Ruhama) meminta Ayah mengisi jam pelajaran IPS di kelasnya: 6 Al Hadid dan Al Fajr. Murid kedua kelas itu digabung, dalam jam pelajaran yang dilakukan di perpustakaan, selama satu jam.

Bukan mengajar secara permanen sih, tapi mengisi materi tentang globalisasi. Ayah sama Bu Wiwid diperkenalkan sebagai seorang pakar (cie..., pakar ni ye! :P). Mungkin Bu Wiwid sebelumnya tahu kalau Ayah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi dari sebuah universitas ternama di Bandung, dan sekarang bekerja sebagai wartawan.

Tadinya Ayah ragu karena tidak pede mengajar, tapi Ibu menyemangati, "Bagus kan buat pengalaman. Toh mengajar anak-anak SD," kata ibu. Oya, lebih dari setahun lalu Ayah pernah memberikan pelatihan jurnalistik untuk anak-anak sebuah SMP berasrama di Cicurug, Sukabumi. Memberi pelatihan, sama dengan mengajar kan? ;)

Akhirnya terlaksanalah kegiatan belajar-mengajar itu, pada Senin, 31 Januari 2011. "Sukses," kata Ayah, lewat SMS ke Ibu.

Dalam laporannya di Buku Laporan Harian, Bu Diana (shadow teacher alias guru bantunya Fay) menulis, "Pelajaran IPS mendengarkan materi tentang Dampak Globalisasi dari ayahnya Fay. Teman-teman Fay (Arine, Intan, Della, dan Tasya) bertanya kepada Fay: 'Fay, siapa yang ada di depan sedang mengajar?' 'Ayah!'" jawab Fay sambil tertawa.

Pelajaran diakhiri dengan game pesan berantai dan pesan lewat telepon dari benang, yang dilakukan di lapangan sekolah. Biarpun Fay belum bisa, tapi katanya, Fay sangat senang. Habis, seru sih! :D

Labels: ,