Amazing Fay

Catatan Harian Fairuz Khairunnisa'

Wednesday, August 15, 2012

Fay Bermain Api


May 25, '11 6:27 AM

Paling sebel, bingung, waswas, kalau Fay libur sehari dan berdua di rumah denganku.

Selasa, 24 Mei 2011, Fay harus di rumah bersama saya. Sehari sebelumnya, Fay ujian praktek memasak, sedangkan hari ini teman-temannya sesama kelas 6 pergi ke Dufan untuk acara perpisahan. Fay tidak ikut. Alasannya... ya gitu deh. Hehehe.

Seandainya Rabu (25/5) Fay tidak harus ke sekolah, kami rencananya mau ke Penggilingan, ke rumah ayahku. Biar aku tak kebingungan sendiri mengawasi Fay.

Tapi Bu Diana (guru pendamping Fay) meng-SMS. Katanya, hari Rabu masih harus ke sekolah, karena ada ujian baca Al Qur'an.

Terpaksa deh Fay berdua saya di rumah. Setelah ayahnya berangkat kerja, ada barang yang harus aku beli ke warung. Dengan hati waswas, aku pergi ke warung diam-diam, dan mengunci pintu dari luar. Fay tampak lagi asik bermain komputer di kamar.

Ketika aku kembali, kulihat Fay lari dari arah dapur terburu-buru ke kamar. Di tangannya ia menenteng lap yang sebagian hangus terbakar! Aku langsung ke dapur. Kompor gas sudah tak menyala, tapi tombolnya masih miring sedikit (terbuka). Hmmm... cape deh!

Selain itu, di lantai dapur berserakan pecahan mug yang kemungkinan sengaja dia banting. Ternyata, dorongan untuk memecahkah gelas masih besar...

Sebenarnya, sejak semalam waktu mati lampu, ada gejala dia mau bermain api lilin, dengan cara membakar kertas koran. Tapi dicegah ayahnya. Koran yang mau dibakar semalam itu, tampak teronggok di tempat sampah. Ada bekas terbakar di ujung-ujungnya.

Di keranjang baju kotor, ada topi lapangan SDIT Ruhama yang sudah lama dia ingin buang, juga terbakar di sana-sini.

Kalau udah gitu, rasanya hari panjaaaang sekali menunggu suami pulang. Padahal kalau sudah pulang nggak ngapa-ngapain juga. Cuma rasanya ada teman aja...

Rasanya kesepian banget. Padahal kalau lagi sendiri di rumah, malah saya nggak merasa kesepian.

Labels: , , ,

Meninggalkan Fay dalam Pengawasan Ayah


Apr 10, '11 9:46 AM

Kemarin kami bertiga menjenguk Apih (kakek)-nya Fay di rumah sakit. Kebetulan ketika aku sampai di RS (aku naik KRL, Fay dan ayahnya naik motor --dan aku tiba duluan di RS), ayahku baru masuk ruang operasi untuk dibersihkan luka bakarnya di lantai 3.
Ketika Fay dan ayahnya sampai di RS, aku SMS agar Fay menunggu di kamar perawatan lantai 7, tempat ayahku dirawat. Karena di sana Fay bisa nyaman, ada televisi. Fay kemungkinan tak akan rewel.
Setelah keluar dari ruang operasi, ayahku langsung dipindahkan ke lantai 6, ke unit luka bakar yang sifatnya high care (semi-ICU).
Seperti dugaanku, Fay tampak tidak nyaman di lantai 6. Pasalnya, penunggu pasien atau keluarganya tidak bisa sembarangan masuk di ruang perawatan, kecuali di jam-jam besuk. Jadi, kami menunggu di ruang tunggu, di kursi yang berderet di koridor.
Dia ribut ingin kembali ke kamar di lantai 7. Padahal kan Apih sudah dipindahkan ke lantai 6. Kamar di lantai 7 mungkin saja sudah ditempati pasien lainnya.
Makanya, aku memutuskan agar Fay tidak diajak lagi menjenguk Apih. Soalnya aku khawatir dia sulit diatur, bahkan tantrum di RS.
Pagi ini, Minggu (10/4), aku berangkat sendirian ke RS naik KRL. Tapi sebelum itu, aku melakukan berbagai persiapan, biar Ayah tidak disibukkan dengan pekerjaan rumahtangga, jadinya bisa menjagai Fay secara maksimal.
Pertama, aku belanja ke warung di belakang rumah. Beli sayuran yang mudah dimasak dan cepat disajikan. Aku beli toge, tahu, dan tempe. Kucuci dan kubersihkan toge, lalu bawang (merah, putih, daun) kuiris-iris. Jadinya, Ayah bisa makan siang dengan membuat tumis toge-tahu, bersama nasi yang sudah tersedia. Setelah itu, aku mencuci pakaian dan menjemurnya.
Selesai pekerjaan rumahtangga, aku bisa meninggalkan rumah dengan tenang. Ke Stasiun Citayam, aku diantar Fay dan ayahnya naik motor. Pulangnya, mereka sudah menungguku di depan Alfa Mart dekat pintu rel KA Citayam.
Alhamdulillah, ternyata Fay tak merepotkan. Selain itu, memang ada internet. Jadi Fay asik bermain internet.

Labels: , , ,