Amazing Fay

Catatan Harian Fairuz Khairunnisa'

Wednesday, August 15, 2012

Kres Begitu Aja!


Jul 12, '11 12:12 PM

Sehabis makan malam, aku menyiapkan obat-obatan dan vitamin buat ayahku yang sedang sakit. Setelah itu, aku membantunya menyikat gigi, di atas kursi rodanya.
Sementara itu, Fay berada di kamar. Terakhir kutinggalkan, ia sedang asik mengerjakan anyaman tali kur-nya yang tak kunjung selesai, karena terus-terusan diputus (lalu dia minta aku menyambungnya kembali dengan api lilin. Begitu seterusnya).
Salah satu peralatan yang digunakan, ya gunting, untuk memotong tali kur. Biasanya, selesai digunakan aku selalu mengamankan lagi gunting itu.  Tapi kali ini, aku benar-benar lupa, dan langsung membantu ayahku minum obat. Lagipula, dalam pikiranku, toh cuma sebentar saja meninggalkan Fay di kamar. 
Selesai membantu ayahku, aku kembali ke kamar tempat Fay berada. Oh ternyata! ... sejumput besar rambut Fay sudah tergeletak di lantai, berserakan dengan potongan tali kur, lilin, dan korek api. Fay sedang tertawa-tawa puas. Mungkin karena "berhasil" memotong rambutnya sendiri --sesuatu yang  dia usahakan selalu, begitu ada kesempatan.
Aku kecolongan lagi deh. Seharusnya aku tetap waspada, karena tadi sudah ada gelagat ke arah itu. Selagi melipat mukena sehabis shalat maghrib, Fay asik memlintir-mlintir rambutnya, mengikatnya, lalu menariknya hingga putus.
Tadi aku cuma sempat memperingatkan Fay agar tidak memlintir dan memutus-mutuskan  rambutnya sendiri, dan menyuruhnya meneruskan melipat mukena. Grrrr! Aku begitu gregetan sama diri sendiri, kenapa  selalu kecolongan dan tidak  waspada. Itu karena aku lengah!  
Foto: sejumput rambut Fay (yang hitam, di bagian bawah).

Labels: , , ,

Buat Asep Minumnya Apa?


Oct 15, '10 10:09 AM

Buat Asep minumnya apa?" tanya seorang ibu tua penjual mih kocok di seberang RSD Cibinong, suatu sore, sambil melirik Fay. Beberapa detik kemudian, dia langsung meralat ucapannya. Ia mengganti kata Asep dengan Eneng. Pasti setelah melihat anting yang dikenakan Fay.

"Hahaha!" Kami berdua cuma bisa ketawa dalam hati dan nyengir kuda, karena memang salah Fay sendiri. Rambutnya dia guntingi terus, sampai harus dirapikan jadi model penyanyi berambut cepak Sinead O'Connor.

Makanya Fay, panjangin lagi rambutnya ya nak? Biar nggak disangka "Asep" (sebutan orang Sunda untuk anak laki-laki) lagi. Biar langsung dikenali sebagai Eneng. Hehehe.

BTW, mih kocok yang disajikan sepasang orangtua itu, enak juga (OOT). ;)

Labels: , , , , , ,

Apih di-KO Fay


Sep 26, '10 7:37 PM

Sehabis UTS dan dibagi rapor bayangan, Fay libur seminggu. Seperti libur-libur sebelumnya, kami mengajak Fay berlibur di Penggilingan, di rumah Apih (kakek)-nya. Seperti biasa juga, aku naik KRL, sedangkan Fay dibonceng ayahnya pake motor.

Kereta ke Jakarta kali ini lama datangnya. Jadi, jarak waktu kedatanganku di Penggilingan dibanding Fay, cukup jauh. Biasanya, tak lebih dari seperempat jam.

Ketika aku sampai Penggilingan, Fay sedang duduk membaca tabloid di ruang tamu bersama Apih. Aku bahkan dicuekin aja.

Setelah menunjukkan rapor bayangan Fay kepada Apih, aku ke kamar untuk ganti baju. Keluar dari kamar, kulihat Apih masih duduk mengamat-amati rapor Fay. Tapi... ke manakah Fay?

Ternyata, dia ada di kamar Apih, dan sedang mengguntingi rambutnya --yang sebenarnya sudah cepak itu (6 mm). Hasilnya, rambutnya jadi trondol di bagian atas dan samping. :P Gunting itu didapatnya, dengan cara menjebol lemari pakaian Apih, yang sebenarnya terkunci. Lalu dia menemukan gunting... gres! gres!

Ow ow ow... tapi bukan itu story of the day-nya. Sri, asisten ayahku, seperti dalam catatanku ("Tulang-tulang Berserakan"), perlu pengawasan dan arahan saat bekerja. Kali ini, aku ingin tau, bagaimana dia masak nasi. Karena sebelumnya adikku sering mengeluhkan nasi hasil masakannya yang mudah sekali basi.

Saat aku mengajari dia masak nasi, tiba-tiba Apih datang ke dapur sambil merintih kesakitan. Pas bagian alisnya ada luka robek menganga dan mengucurkan darah. Waaaa... Kata Apih, beliau diputar-putar sama Fay, sampai kehilangan keseimbangan. Lalu terjatuh ke lantai. Sebelumnya kena besi/pelat di kusen pintu.

Kemungkinan, Apih mencegah atau melarang Fay melakukan sesuatu. Padahal, jangankan Apih yang sudah tua dan sakit-sakitan, aku saja tak kuat mengimbangi tenaga Fay. Alhasil, Apih dibawa ke dokter di klinik 24 jam, dan mendapat 5 jahitan. Kini, mata kirinya masih keliatan lebam. :-(

Labels: , , , , , , , ,