Amazing Fay

Catatan Harian Fairuz Khairunnisa'

Thursday, November 06, 2014

Fay Merusak Barang-barang, Sakitnya Tuh di Sini!

Sebenarnya sudah lama Fay punya "hobi" merusak barang-barang, dan ini membuat kedua ortunya frustrasi. Kebiasaan buruknya itu timbul tenggelam. Setelah lamaaa sekali tak kelihatan, daya rusaknya mulai lagi dipertunjukkan.

Dan kali ini daya rusaknya sangat dahsyat, padahal segala benda tajam atau yang bisa dipakai merusak, seperti pisau, gunting, pacul, arit, gergaji, gunting rumput, anak kunci, bahkan pulpen, sudah kami amankan.

Pada malam hari, saat Fay waktunya tidur, kala lampu kamar sudah dimatikan, tak terdengar suara, senyaplah seolah-olah sang penghuni kamar sudah terlelap dibuai mimpi.

Padahal .... di tengah malam hingga dinihari, tiba-tiba Fay ribut berteriak-teriak, atau menggedor-gedor pintu, meminta minum. Minum (sedikit air bening) sebenarnya hanyalah alasan, untuk meminta "ritual" diselimuti ayahnya di diberi ucapan selamat tidur oleh ayahnya, sebelum dia tidur beneran.

Tapi, ketika pintu kamar dibuka dan lampu dinyalakan, ya ampuuuun! Di lantai kamar berlebaran benang-benang yang tadinya berbentuk baju, celana, celana dalam, BH ... Dan itu dilakukannya setiap malam! Berganti-ganti malam ini bajunya yang jadi benang, besoknya celananya, selanjutnya BH-nya, (itu semua, benda-benda yang sedang dan masih dia pakai loh ....).

Ya jelas, habis lah lama-lama pakaian dia kalo setiap hari ada yang dirusak.

Rabu, 5 November 2014 adalah jadwal terapi Fay di YIPABK, Menara Kuningan, pada jam 10.00 sampai 13.00. Berarti berangkat dari Sasakpanjang jam 8.00 (dua jam sebelumnya) dan sampai rumah sekitar jam 15.00 (atau dua jam setelah terapi selesai). Karena Fay terapi diantar Ayahnya dengan dibonceng sepeda motor, berarti Ibu punya waktu untuk ke Depok membeli barang-barang keperluan Fay, yang sudah dirusak Fay.

Jadi berangkatlah Ibu ke ITC Depok di sebelah Terminal Depok. Pagi-pagi, saat gerai baru buka, Ibu membeli tiga celana panjang buat Fay. Setelah itu ke Carrefour membeli keperluan RT yang tidak dijual di warung Bu Alip -warung langganan di belakang rumah. Setelah itu, ke D-Mall untuk membeli BH Fay, yang juga sudah habis dirusaknya. Dari D Mall, Ibu mampir dulu ke Ramayana (di seberang ITC Depok). Tadinya mau cari training buat Fay, tapi tak dapat, malah dapat celana panjang lagi. Dari Ramayana naik angkot 05 langsung ke Citayam.

Tiba di rumah hampir setengah 2. Begitu masuk rumah, buka pintu dan merogoh saku celana panjang.... lah kok ada kartu penitipan barang di Carrefour? Waduh! Hiks cape deh Ibu kalau harus balik lagi, di tengah hari yang panas menyengat itu. Tapi mau nggak mau, kalau barang belanjaan ingin terselamatkan, Ibu harus balik lagi ke Carrefour.

Setelah shalat dzuhur, baru deh berangkat. Kali ini membawa si Beaty hingga belakang Stasiun Citayam. Eh, di jalan ketemu motor yang membawa Fay dan ayahnya, yang baru pulang terapi. Fay dan Ayahnya pulang, aku terus meneruskan perjalanan.

Singkat cerita, setelah mengambil barang yang dititipkan, aku langsung pulang lagi. Pas ashar, aku tiba di rumah. Cape banget sih. Tapi lebih cape lagi hati ini, waktu suami nunjukkin sepatu cantik Fay, kulit warna merah yang kubelikan belum lama ini sudah dirusaknya. Capenya tuh di sini Fay! (sambil nunjuk jantung).

Keterangan: foto sepatu cantik Fay yang baru saja dibelikan, kemudian dirusaknya. Kini sudah diperbaiki kembali oleh Ayahnya dengan cara dijahit.

Labels: , ,

Wednesday, August 15, 2012

Koleksi Ibu Dibuangnya



Oct 16, '10 10:13 AM

Kebiasaan baru Fay: "membuang" paksa koleksinya, juga koleksi Ibu, Ayah, yang tidak disukainya, dengan cara memberikannya pada orang lain.

Selasa, 23 Maret 2010, setelah memberi paksa Bu Diana (guru pendampingnya) koleksi buku-buku Ibu, kemarin Fay menambahnya dengan membuang koleksi pakaian. Beberapa hari sebelumnya, Fay mengumpulkan baju-bajunya yang sudah tidak disukainya, baju-baju Ibu dan Ayah, topi dan boneka, di dalam tas travel.

Setiap mau bepergian, tas itu mau dibawanya, tapi kami berhasil melarangnya (tentu saja, dengan ancaman acara dibatalkan, atau dia nggak bakal dibawa serta).

Kemarin, pulang sekolah, Fay berhasil memaksa Bu Diana untuk menerima kaos Ibu. Bu Diana langsung menolaknya. Mungkin, berbeda dengan buku-buku, pakaian (bekas) itu membuatnya tak nyaman menerimanya. Ibu juga tidak enak.

Maka, ketika Fay benar-benar tak bisa dilarang dengan ucapan, akhirnya kami "tangani" dengan cara memegangnya. Ternyata, di usia 12 ini, tenaganya kuat sekali. Kami berdua kewalahan.

Akhirnya Fay berhasil ditenangkan. Hasilnya, Ibu bersimbah keringat, napas terengah-engah, kepala langsung sakit, dan perasaan jadi mellow...

Mungkin seharusnya dari awal, Fay harus dicegah. Jangan sekali pun Fay boleh memindah-tangankan koleksinya atau koleksi siapa pun kepada orang lain.

Ternyata, cerita belum berakhir. Barusan, pulang sekolah, Bu Diana lapor kalau di tas Fay ada baju Ayah dan buku-buku. Dan, tadi pagi, secara diam-diam, koleksi itu sudah diberikan kembali kepada Ayah --yang kemudian disimpannya di kantor. Susah!

Tugas tambahan baru setiap pagi: memeriksa isi tas Fay!

Labels: , , , , ,

Harus Ada Yang Dibuang...



Sep 18, '10 6:36 AM
Tak ada angin tak ada hujan, Fay tiba-tiba minta burger. Maksanya sampai nyaris histeris. Padahal, kami tinggal di Sasakpanjang, sebuah kampung yang "jauh dari peradaban". Penjual burger terdekat, ya di Kota Depok, yang jaraknya sekitar 15 kilometer dari rumah.

Wajar saja kalau ayahnya Fay malas mengantar Fay di siang yang terik itu (Sabtu, 24/7), ke Depok. Apalagi di akhir pekan, jalannya selalu macet. Akhirnya, dengan setengah hati, Ayah mengajak Fay memberi burger, seperti yang dimintanya sejak semalam sebelumnya.

Sewaktu mau berangkat, Fay di sakunya kedapatan membawa celana dalam dan BH. Buat apa? Nah ini yang memusingkan. Ini pula yang menjadi kebiasaan barunya: membuang-buang barang. Dicampakkan begitu saja di jalan, satu per satu. Terutama saat dibonceng Ayah, tanpa Ayah ketahui, karena sedang berkonsentrasi mengemudi motor.

Ya, setelah buku-buku ibu diberikan ke Bu Diana (guru bantunya Fay), dan kini diamankan di rumahnya, sekarang giliran baju-bajunya sendiri, pakaian dalam, juga saputangan yang dibuangnya.

Awalnya, ketika Fay mengalami batuk-pilek berkepanjangan, Ibu membekali Fay saputangan, saat pergi sekolah. Tapi, begitu pulang, saputangan-saputangan itu tak pernah kelihatan lagi. Ditanyakan, Fay tak bisa ditanyai. Ibu menyimpulkan, saputangan itu hilang karena dibuang di jalan. Apalagi, Ayah pernah memergokinya, saat motor melaju saputangan itu dilambai-lambaikan, lalu dilepaskan begitu saja.

Sejak itu, kalau Fay pergi sekolah atau ke manapun dibonceng Ayah, dia harus digeledah saku-sakunya. Biasanya menyimpan barang-barang kecil yang bakal dibuangnya di jalan, mulai dari lap, topi, sampai celana dalamnya sendiri yang masih baru. Waktu menginap di rumah uwaknya, Fay menyisipkan sebagian bajunya ke lemari sepupunya, dengan maksud membuangnya. Padahal, itu bukanlah pakaian usang. Hiks!

Kembali ke cerita siang tadi. Setelah Fay dan Ayah berangkat ke Depok, satu jam kemudian, ayah Fay telefon, katanya selagi mengisi bensin, Fay ketahuan membuang sebelah sepatunya. Sepatu crocks yang biasa dipakainya ke sekolah kalau hari hujan. Rupanya, ketika berhasil digeledah, dan tak ada barang yang mau dibuangnya, dia mengambil cara lain: membuang sepatunya sendiri.

Alhasil, saat itu juga Ibu meminta Ayah membatalkan rencananya memberi burger, dan kembali ke rumah di panas terik itu. Hitung-hitung hukuman baginya, karena sudah melakukan perbuatan yang tak selayaknya.

Labels: , , , , , , , ,