Fay dan Alas Kakinya
Dulu kami pusing karena Fay selalu membuang sepatunya sewaktu berada si atas boncengan motor ayahnya, sampai kami akhirnya membelikan sepatu sebetis dengan tali, seperti yang diceritakan di sini.
Setelah beberapa lama setiap hari memakai sepatu bertali sampai sebetis itu, ribet juga ya memakai dan melepasnya jadi lama. Setelah kelihatannya tidak berusaha lagi mencopot tali sepatunya, kami muncoba membelikannya alas kaki yang mudah dipakai-lepas.
Tapi ternyata muncul masalah lain. Kebiasaan membuang sepatu hilang, sekarang dia mulai menjulurkan kakinya yang memang panjang itu ke aspal, sampai ujung telapak kaki sepatunya menggesek aspal. Alhasil, alas kakinya itu bukan cuma tergores aspal, tapi sampai bolong!
Lamaaaaaaaa, aku biarkan saja dia memakai alas kaki yang bolong itu karena jengkel. Tapi karena semakin lama semakin besar bolongnya, akhirnya kami belikan juga yang baru.
Awalnya alas kakinya yang baru itu aman-aman saja. Tapi sekitar semingguan ini suamiku bilang, Fay mulai lagi menggesekkan sepatunya ke aspal. Waduuuuh, sayang banget. Itu kan masih baru. Kelihatan jadi cacat deh sepatu baru Croc tipe jelly itu. Hiks!

Kemarin, sewaktu aku menjemput Fay dari sekolah, antara Citayam-Sasakpanjang, Fay juga menggesekkan alas kakinya itu ke aspal, tapi langsung berhenti ketika aku larang. Masalahnya ketika sedang mengendarai motor, kan kita konsentrasinya ke jalan dan motor, kadang tak menyadari apa yang dilakukan di boncengan. :(
Maka kami putuskan dengan berat hati, Fay harus bertukar sepatu dengan ibu. Kebetulan ukuran kaki kami sama, jadi tak ada masalah kalau kami bertukar alas kaki. Fay memakai sepatu ibu yang terbuat dari karet yang sudah jelek, terutama kalau lagi dibonceng motor. Dan aku memakai alas kaki Fay yang masih relatif baru. :P Sukurin deh...

Setelah beberapa lama setiap hari memakai sepatu bertali sampai sebetis itu, ribet juga ya memakai dan melepasnya jadi lama. Setelah kelihatannya tidak berusaha lagi mencopot tali sepatunya, kami muncoba membelikannya alas kaki yang mudah dipakai-lepas.
Tapi ternyata muncul masalah lain. Kebiasaan membuang sepatu hilang, sekarang dia mulai menjulurkan kakinya yang memang panjang itu ke aspal, sampai ujung telapak kaki sepatunya menggesek aspal. Alhasil, alas kakinya itu bukan cuma tergores aspal, tapi sampai bolong!
Lamaaaaaaaa, aku biarkan saja dia memakai alas kaki yang bolong itu karena jengkel. Tapi karena semakin lama semakin besar bolongnya, akhirnya kami belikan juga yang baru.

Kemarin, sewaktu aku menjemput Fay dari sekolah, antara Citayam-Sasakpanjang, Fay juga menggesekkan alas kakinya itu ke aspal, tapi langsung berhenti ketika aku larang. Masalahnya ketika sedang mengendarai motor, kan kita konsentrasinya ke jalan dan motor, kadang tak menyadari apa yang dilakukan di boncengan. :(
Maka kami putuskan dengan berat hati, Fay harus bertukar sepatu dengan ibu. Kebetulan ukuran kaki kami sama, jadi tak ada masalah kalau kami bertukar alas kaki. Fay memakai sepatu ibu yang terbuat dari karet yang sudah jelek, terutama kalau lagi dibonceng motor. Dan aku memakai alas kaki Fay yang masih relatif baru. :P Sukurin deh...


